Memandang Maluku Dari Jauh
Sebagai seorang yang belum pernah ke Ambon, menarik juga untuk meraba-raba perkembangan terakhir di provinsi asal saya tersebut. Semenjak sejarah kelamnya sekitar tahun 1999-2000 yang kerap diwarnai kerusuhan antarwarga, pelan-pelan kota Ambon mulai menata kembali kehidupannya. Berikut beberapa milestones perkembangan kota Ambon dan provinsi Maluku yang sempat saya catat dalam beberapa bulan terakhir:
1) Gong Perdamaian Dunia
Gong Perdamaian Dunia ini adalah sebuah gagasan dari World Peace Committee yang merupakan simbolisasi harapan akan perdamaian dunia. Gong dipilih karena secara tradisi, pemukulan gong dilakukan pada saat berakhirnya sebuah lagu perang, pertanda bahwa perang sudah selesai. Gong ini adalah karya asli putra-putri Indonesia yang dibuat di Jepara, Jawa Tengah, dan kota Ambon dipilih sebagai lokasi ke-35 dan telah diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 25 November 2009. Gong aslinya sendiri akan diarak ke berbagai negara di seluruh dunia. Cerita selanjutnya dapat dilihat di sini.
2) Pemadaman Listrik
Setelah kenyang dengan pemadaman listrik sampai belasan jam setiap hari, warga Ambon sempat mendapat kabar gembira pada awal tahun 2010 bahwa pemadaman listrik sudah dapat diatasi dengan selesainya perbaikan pada beberapa sarana pembangkit listrik di Ambon. Namun tampaknya sampai sekarang pemadaman listrik masih menjadi “bagian keseharian” warga. Sudah tak terhitung banyaknya usaha yang mengalami krisis bahkan bangkrut karena problem listrik ini. Masyarakat juga sudah tak terhitung berapa kali melakukan aksi demonstrasi ke kantor PLN, kantor walikota, gubernur, DPRD, dll. Namun tampaknya persoalan ini belum menemukan titik terangnya. Sampai beberapa waktu ke depan, warga Ambon masih harus bertahan hidup dengan listrik byar-pet.
3) Maluku Investment Day
Event penting bagi perekonomian Maluku ini digagas oleh Bank Mandiri yang berinisiatif mempertemukan perusahaan-perusahaan besar dengan para pemangku pemerintahan di Maluku. Perhelatan ini telah berlangsung di Ambon pada tanggal 13 April 2010. Apakah daerah ini cukup potensial untuk dijadikan lokasi investasi? Tentu kalau kita membandingkan dengan pulau Jawa atau bahkan Makassar, maka provinsi kepulauan ini masih harus mengejar banyak ketertinggalan dalam hal infrastruktur, peraturan daerah, pendidikan, dan sarana pendukung lainnya. Namun demikian saya masih tetap salut dengan langkah Bank Mandiri yang berusaha membuka peluang bisnis baru di Maluku. Menurut kabar yang beredar, pihak swasta Australia tengah menjajaki kemungkinan membuka beberapa penerbangan perintis langsung dari Darwin menuju Saumlaki, Tual, dan Langgur. Penerbangan Ambon-Darwin memang pernah dilakukan oleh Merpati pada tahun 1990-an namun kemudian dihentikan. Diharapkan pembukaan jalur penerbangan ini dapat mengangkat perekonomian masyarakat.
4) Garuda terbang lagi ke Ambon
Setelah lama tak menginjakkan kakinya di Ambon, akhirnya mulai 1 Juni 2010 maskapai Garuda Indonesia akan kembali mendarat di Ambon. Ini adalah lanjutan dari perubahan konsep bisnis Garuda yang sebelumnya konsen di rute internasional dan beberapa rute domestik. Oleh karena peluang di pasar domestik yang cukup besar, maka Garuda kembali membuka jalur-jalur yang sebelumnya pernah diterbangi.
5) Sail Banda 2010
Inilah event nasional terbesar yang akan dilaksanakan di Maluku pada tahun ini. Setelah sukses menggelar Sail Bunaken 2009, kembali Indonesia menyelenggarakan event parade maritim dan wisata bahari dan Kepulauan Banda dengan taman lautnya yang eksotis menjadi pilihan. Rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak 16 April 2010 dengan acara Soft Launching di pelataran Gong Perdamaian Dunia Ambon, dan akan mencapai puncaknya pada 24 Juli hingga 17 Agustus 2010.
Geliat masyarakat yang tidak cukup hanya dilihat dari jauh saja







Tual dan Langgur itu kota wajib bagi para wisatawan dan backpacker kayaknya yach. Di Lonely Planet, ada loch peta detail Tual dan Langgur. Kalau ada peta, artinya wajib banget untuk dikunjungi, biasanya, toh?
Mudah2an dengan semakin banyaknya penerbangan ke Ambon, harga tiket menjadi makin murah. Aminnnn
jadi rencana ke Ambon bisa terlaksana…hehehe
Lomar Dasika
19 April 2010 at 10:52
Amin…. doakan saja
ambonkaart
19 April 2010 at 12:43
dukung kota ambon….
Eka JaHe
24 April 2010 at 20:25
thanks bang
ambonkaart
24 April 2010 at 21:52
Hahaha saya jadi ingat teman saya yang selalu menggerutu ditempatkan di Ambon gara-gara pemadaman bergilir. Dan dia selalu mengabarkannya via Plurk.
Eh, balik ke Ambon gih! kalo gak nama Ambonkaart gak sah!
dhodie
29 April 2010 at 14:48
Eh justru kalo gue balik ke Ambon, gue harus melepaskan titel ambonkaart ini :p
ambonkaart
29 April 2010 at 14:50
hai, sy Ali mampir diblog ini. Senang sekali banyak blog2 yg mengungkap keindahan Indonesia spt ini. God! Makin lama makin terasa kl sy yg orang Indonesia ini masih hrs lebih sering dateng ke berbagai penjuru Indonesia. Sama spt komen Lomar diatas, sy ada plan ke Tual/Kep.Kei,& p.Ambon tentunya — ngebackpacker aja spt biasa hehe Wah semoga bisa terlaksana…
Ali
16 May 2010 at 19:31
thanks bro. wahh senang banget bisa backpacking sampe ke maluku tenggara. semoga terlaksana ya
ambonkaart
16 May 2010 at 21:20
bro, btw, ini gw lagi
Mo tanya dong, mungkin bs membantu. Kalo gw ke Ambon bulan desember itu cuacanya bagus gak ya? Soalnya kalo trnyt pas gw kesana cuaca hujan mulu, mendung, angin kenceng, kan jalan2nya jadi ga maksimal tuh. Pemandangannya jd keliatan mendung mulu, susah naik perahu/kapal kalo hrs nyebrang pulau. Tentunya gw pengen begitu sampe disana, cuaca bagus, jd yg dilihat itu langit cerah, biru dan enak buat main2 ke pantai2. bener gak bro?
Ali
27 September 2010 at 16:32
Wah pengen ke Pulau banda nih
heri
8 July 2010 at 08:43
[...] OK, terus terang saya sendiri sebenarnya memaksakan diri dalam menulis bagian tentang RMS ini oleh karena saya tidak pernah menaruh perhatian terhadap gerakan ini sebelumnya. Satu hal yang sudah jelas: mereka aktif di Belanda dengan jumlah yang tidak banyak dan sebagian besar sudah berusia lanjut. Fakta bahwa simpatisan RMS masih ada di Maluku memang harus diakui, namun belum tentu itu mencerminkan opini publik Maluku terhadap NKRI. Mari kita simak saja beberapa highlight terakhir tentang Provinsi Maluku clipped from ambonkaart.wordpress.com [...]
RMS: Realita Atau Drama? | indobrad.web.id
7 October 2010 at 08:21
[...] OK, terus terang saya sendiri sebenarnya memaksakan diri dalam menulis bagian tentang RMS ini oleh karena saya tidak pernah menaruh perhatian terhadap gerakan ini sebelumnya. Satu hal yang sudah jelas: mereka aktif di Belanda dengan jumlah yang tidak banyak dan sebagian besar sudah berusia lanjut. Fakta bahwa simpatisan RMS masih ada di Maluku memang harus diakui, namun belum tentu itu mencerminkan opini publik Maluku terhadap NKRI. Mari kita simak saja beberapa highlight terakhir tentang Provinsi Maluku clipped from ambonkaart.wordpress.com [...]
RMS: Realita Atau Drama? « indobrad
19 January 2011 at 15:08