Leave a comment

Jonathan Livingston Seagull

Gue berkenalan dengan tokoh yang menarik ini pada tahun 1997 ketika memasuki tahun terakhir kuliah. Ditilik dari namanya, kita akan bertanya-tanya kenapa nama belakangnya Seagull. Ya, memang Jonathan bukanlah manusia. Jonathan adalah seekor burung camar.

Tokoh ini gue kenal melalui sebuah buku yang berjudul sama dengan namanya. Dengan cermat buku ini mengamati perilaku burung camar dan memberinya “nafas kehidupan” lewat tokoh-tokoh imajiner di dalamnya. Biasanya burung camar kita lihat di sekitar pantai. Mereka berputar-putar untuk mencari makanan, berlomba-lomba dengan kawanannya untuk mengail ikan di permukaan laut, atau berkaok-kaok mencari pasangan. Tapi Jonathan lain. His dream is to fly, and flying swiftly he did.

– sela –

2005. Sudah 4 tahun gue duduk di kursi ini, jemari mengetik setiap hari. Tengkuk yang sakit karena menopang gagang telpon sembari tangan serabutan di tengah gunungan kertas. OK, memang ada yang masuk ke pundi-pundi, namun apakah itu cukup? Gue merasa bahwa meskipun gue sedang meniti karir, akan tetapi gue tidak sedang meniti hidup.

Oh Jonathan, teach me how to fly!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: