2 Comments

Breaking the Breathless Life

Tuhan, ajarilah daku untuk bersabar,
ajarilah daku untuk berjalan perlahan
Ajarilah daku untuk menantiMu
saat aku tak tahu jalan yang harus kulalui

Ajari aku untuk menahan nafsuku
saat segalanya tidak mulus
Agar aku tetap tenang
saat orang lain menjadi tegang

Ajari aku untuk menenangkan
hatiku yang penuh keresahan
Agar kudapat mendengar jawaban
yang Kau berikan

Ajari daku untuk berserah, ya Tuhan
dan berdoa tanpa gangguan
Sampai hatiku dipenuhi kedamaian yang mendalam
dan aku memahami kehendakMu

Gunung Geulis, 10 Januari 2006

2 comments on “Breaking the Breathless Life

  1. salam kenal kembali!puisinya juga bagus. Reflektif dan kontemplatif.ayo nulis! share di gallery kreasi blogfamsalammaknyakhttp://serambirumahkita.blogspot.com

  2. halo buradori… tulisan ini bagus deh, hampir kaya doa :)soal paspor, masih pake tangan deh kayanya.. aku belum tahu sih jadinya nanti gimana, tapi liat punya temen2 sih pake tangan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: