4 Comments

“Aku sayang kamu”

Suratmu kuterima pagi ini
“Ah”, kutimbang-timbang
Pita ungu terhias di sekelilingnya
Sampul putih membungkusnya
Namaku tercetak rapi di atasnya

“Aku rindu”
“Siapa kamu?”
“Sahabatmu”
“Aku tidak punya siapapun di sini”
“Masih ada aku”

Kulepaskan pita itu dan kubuka perlahan

“Temui aku”
“Di mana?”
“Di rumahku”
“Aku sibuk”
“Aku selalu ada, pagi siang dan malam”

Mataku meneliti satu persatu kata-kata di surat itu

“Ada apa di rumahmu?”
“Ada aku”
“Untuk apa kau memintaku datang?”
“Aku rindu. Aku sudah menyiapkan hadiah untukmu”
“Apa itu?”
“Yang terbaik, hanya untuk kamu”
“Ah, aku malu. Biarkan aku duduk di ujung sana”
“Jangan, tempatmu di sini. Di sisiku”

Mataku tertumbuk pada nama pengirim surat itu

“Anakku kukirim untuk mencari dan membawamu. Dia terluka dan terbunuh hanya untuk kamu”
“Kenapa aku?”
“Karena aku sayang kamu”

Jakarta, 13 April 2006

4 comments on ““Aku sayang kamu”

  1. deeeeuuu yg dapat surat cinta dari Yesus… suit suitttttt

  2. wow…Brad…ketularan…

  3. aku pikir surat cinta dari seseorang. Tetapi jauh lebih dari SESEORANG. Thanks Bro ..

  4. that’s true…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: