3 Comments

Semarang in full swing

Minggu, 30 Juli 2006, 07.00 AM

Mobil travel yg siap membawa gue dari Purwokerto ke Semarang udah nangkring dengan manis di depan pintu Mie Kriting Jl. Dr. Suparno, kecepetan 5 menit malah. Ya udah kembali gue ambil barang2 gue dengan serabutan dan berlarian ke pintu depan. Pamit sama temen gue dan penghuni rumah yg lain, langsung cabut. Duh, nyesel gue gak bisa menghabiskan banyak waktu di Purwokerto ini, secara tempat pemandian air panas Baturraden cuma berjarak 15 menit gitu loh!

“Purwokerto – Semarang”
Satu hal yang cukup terlihat beda di Jawa Tengah adalah infrastruktur jalan yang bisa dibilang terawat baik dan hutan-hutannya yang masih terlihat rimbun. Beda banget dengan Jawa Barat yang banyak jalan rusak dan hutan-hutan di perbukitan yang gundul akibat vandalisme manusia. So gue sangat menikmati perjalanan 5 jam ke Semarang hari ini. Apalagi ketika mobil melewati Wonosobo dan kawasan perbukitan sekitarnya. WOW, amazing. Kita melewati satu gunung yang tinggi dan kelihatan masih aktif dari jarak yang cukup dekat sampe gue merinding sendiri, tapi dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. Belakangan setelah gue cari di peta, gue baru tau nama gunungnya adalah Gunung Sumbing.

Sampe di Semarang kira2 jam 12 dan langsung diantar ke kos temen gue. Jadual kita sore ini adalah menonton Konser Don Moen yang dijadualkan perform di Holy Stadium gereja JKI Semarang, sebuah gedung gereja baru yang memang didesain mirip stadium dan mampu menampung puluhan ribu orang. Gereja ini masih belum selesai benar pengerjaannya dan masih terlihat bagian2 yang belum dicat dan dipoles di sana sini. Kursi2 juga belum semua terpasang. Tapi penampilannya udah terlihat kinclong banget sih, hehehe.

Anyway, acara mulai tepat jam 5 sore dan diawali dengan ibadah minggu dulu. Hmm, gue bukan bermaksud mencela aliran gereja tertentu ya, cuma memang gue belum terbiasa dengan kebaktian gereja karismatik, apalagi waktu itu Worship Leadernya mengajak kita utk mengawali kebaktian dengan “berbahasa roh bersama”. Ruangan mendadak sontak riuh dengan suara jemaat yang berbahasa roh (katanya) dan itu berlangsung selama kira2 5 menit. Setelah itu kebaktian berjalan biasa aja dengan acara pujian penyembahan. Ada khotbah juga tapi sangat pendek. Satu hal yang berkesan dari pengkhotbahnya adalah ketika dia share kenapa konser Don Moen hari itu diadakan tanpa memungut bayaran. Dia merasa bener2 gak pantas kalo gereja memungut bayaran untuk jemaat masuk ke gereja, apalagi di hari Minggu. Jadi ya akhirnya semua biaya mereka usahakan utk ditutup sendiri. Wow! Emang sih, gue suka yang gratisan, hehe. Tapi gue setuju banget bahwa tidak seharusnya orang terhalang masuk ke gereja hanya karena tidak ada biaya, bukan?

Anyway, ibadah berlangsung hanya 30 menit karena dilanjutkan dengan Konser Don Moen. Diawali dengan “Give Thanks”, jemaat pun langsung hanyut dalam suasana pujian, so beautiful. Lagu-lagu yang dibawain sih kebanyakan dari album terbarunya, tapi ada juga lagu2 lama spt God is good, God will make a way, Shout to the Lord, dsb. Satu hal yang gue suka dari Don Moen sejak dulu adalah karakternya yang humble. Dia tidak terlalu ekspresif ketika perform, malah kebanyakan duduk di piano aja. Ketika jeda antar lagu pun dia gak sharing terlalu banyak, cuma kutip ayat2 Alkitab dan cerita utk mengantar ke lagu berikutnya. Namun isi sharing yang pendek itu selalu mengena dan memberi penghiburan kpd jemaat yang menyaksikan. Don Moen gak ekspresif dan tidak berusaha menunjukkan “superioritas”nya sebagai Worship Leader internasional yang terkenal. Dia menyapa kita sebagai teman. Lagu demi lagu dinyanyikan dan kita dibawa semakin dekat ke Tuhan sampe gak terasa udah hampir 3 jam dia perform. I was truly blessed!

Senin-Selasa
Gue masih di Semarang, basically gak banyak kegiatan karena gue ingin mencari kesempatan dan info lowongan kerja lebih banyak, terutama di Semarang karena emang sejak pertama gue ke kota itu tahun 2002 lalu, gue langsung seneng dengan suasana kotanya. Apa-apa serba murah, kemana-mana deket. Tempat dugem gak banyak (jadi gak banyak godaan utk gue berbuat dosa, hehehe). Gue sendiri belum pernah stay di luar Jakarta utk kerja, jadi gue pikir ini tantangan yang bagus juga. Cuma jalannya aja nih yang belum kebuka!

Sekian dulu dari saya, besok saya lanjutkan lagi Tour De Java dengan persinggahan berikutnya: PATI.

3 comments on “Semarang in full swing

  1. we’ll see, siapa tau Semarang akan jadi tempat persinggahan lu berikutnya.. or malah Jepang ??? who knows hehe

  2. Nggak setuju…segitu aja isi ceritanya? Lo nggak cerita disitu kalo malam-malam lo ngerayap…..about midnite…..lo punya simpati khan…jadi u call sodara2 jauh khan? jujur lo bro………..bo’oong digigit komeng lo………wuikks

  3. jalan2 ke smrg? ajak aku lah.. rumahku kan di sana :-p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: