Leave a comment

The Face(lift) of Prambanan

Saat hati masih bertanya-tanya gimana caranya bisa berkeliling objek wisata di Jogja dengan murah, mata saya tertumbuk pada rute bis Trans Jogja. Ternyata rute bis Trans Jogja ini mempunyai beberapa terminal utama, dan salah satunya adalah Prambanan! Berarti saya bisa pergi ke Prambanan dengan ongkos hanya Rp 3000 saja! Ya sudah, tanpa pikir panjang, saya naik ke bis. Ternyata saya kecele dan salah naik bis, sehingga saya justru nyasar di terminal bis Giwangan. Yah, terpaksa membuang waktu sekitar 30 menit untuk antri lagi naik bis yang mengarah ke Prambanan. Terpaksa pula saya masuk lagi ke Jogja dan mengganti bis. Dasar nasib, untungnya kita gak perlu bayar lagi waktu transit.

Rute ke Prambanan sangat lancar, jalannya mulus dan luas. Bis ini juga melewati halte di Bandara Adisucipto Jogja dengan moda transportasi darat-udara yang sudah terintegrasi. Untuk proyek ini saya boleh mengucapkan selamat kepada Pemprov DIY dengan visi jangka panjangnya yang maju. Anyway, bis sampai di terminal Prambanan dan saya memilih berjalan kaki menuju candi. Capek sih, lumayan jauh soalnya.

Berbeda dengan Borobur yang adalah candi Buddha, candi Prambanan ini adalah tempat pemujaan agama Hindu. Candi ini dibangun pada tahun 850 M oleh Rakai Pikatan atau Balitung Maha Sambu (sepertinya para ahli belum mendapat kesimpulan final tentang siapa pembangun candi ini sebenarnya). Setelah ditemukan kembali oleh C.A. Lons pada tahun 1733, dimulailah pekerjaan panjang renovasi yang akhirnya rampung pada tahun 1993. Sebenarnya bagian candi ini luas, namun perhatian para turis biasanya tertuju kepada 3 bangunan terbesar.


Bangunan terbesar yang ada di candi Prambanan ada 3 buah yaitu: Brahma, Shiwa, dan Wishnu. Sepanjang pengalaman saya sih, saya bisa naik ke hampir semua bangunan tersebut. Namun karena terjadi gempa di Jogja pada tahun 2005, sebagian besar kompleks candi rusak sehingga harus direnovasi. Akibatnya banyak situs yang dipagari dan saya hanya bisa naik ke candi Wishnu saja.

Biasanya sih turis-turis narsis (or genit) bakal stay di sini sampai matahari tenggelam karena pemandangan sunset (atau sunrise?) di sini indah. Tapi secara gue datang sendirian gitu loh, ngapain juga nongkrong sampe sunset?? Mending pulang deh. Sayang kunjungan saya tidak maksimal karena gak semua tempat bisa saya masuki. Renovasi baru akan selesai 2,5 tahun lagi. Moga2 masih diberi umur panjang supaya bisa datang lagi🙂

Info selengkapnya tentang Prambanan bisa dilihat di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: