Leave a comment

pasca contreng

segala keriuhan pemilu sudah berlalu, tinggal carut-marut penghitungan suara yang masih melanda.

Bekasi, 9 April 2009
Saya melangkah gontai ke TPS 84 di dekat rumah saya pada jam 11 siang. Sengaja saya memilih berangkat siangan karena pikiran saya jumlah pemilih bakal membludak di pagi hari jadi siangnya agak kosong. Tapi saya salah duga ternyata. Banyak pemilih yang masih antri di TPS. Banyak juga yang pintar memanfaatkan kondisi dengan cara mendaftar di TPS lalu pulang lagi ke rumah. Ketika mereka balik lagi ke TPS siangnya, nomor antrian mereka sudah lewat, namun mereka bisa langsung masuk ke bilik suara. Curang kan?! Hehehe.

Saya sendiri memilih menunggu di TPS sambil melihat-lihat calon legislatif yang fotonya dipasang. Di sinilah adegan lucu dimulai. Seorang tetangga saya yang merupakan caleg dari sebuah partai kecil datang menghampiri dan mengajak ngobrol. Dan pembicaraan pun pelan-pelan dikembangkan ke arah pencontrengan dirinya sebagai anggota DPRD Kota Bekasi. Hehehe, saya sebenarnya sudah menduga arah pembicaraannya bakal ke situ. Bagi saya itu merupakan cara yang cukup simpatik dan megena ke pemilih. Saya berjanji akan mempertimbangkan usulannya.

Terus terang saya bingung dengan para caleg ini. Mereka mempromosikan dirinya semata-mata lewat poster yang bergantungan di mana-mana tanpa ada kejelasan program yang mereka berikan. Akhirnya saya memandang mereka semua sama saja. Saya lalu menyeleksi berdasarkan partai terlebih dahulu, karena anggapan saya kebijakan seorang anggota legislatif sangat bergantung pada kebijakan partainya. Sedangkan calegnya? Saya pilih berdasarkan foto!! Iya, pilih yang ganteng dan cantik aja. Toh gak akan berpengaruh banyak bukan?!

Demikianlah saya mencontreng sebuah partai menengah untuk DPR, dan partai kecil untuk DPRD provinsi dan kota. Saya tau pilihan saya tidak akan menang, namun paling tidak suara saya tetap tercatat dan mendukung kesinambungan reformasi politik Indonesia.

Terus, caleg tetangga saya tadi gimana? Maaf Pa’E, sampeyan ndak saya contreng. Semoga sampeyan ndak baca blog ini ya. Hehehehe. Merdeka!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: