2 Comments

Refleksi “the power of kepepet”

Saya baru menemukan lagi istilah yang populer: “the power of kepepet.” Ternyata istilah ini sudah menjadi judul buku yang populer; sayang saya belum sempat membacanya.

Ternyata menurut sebuah sumber, 97% orang termotivasi karena kepepet (baca di sini). Saya tidak tahu darimana angka ini didapat tapi saya bisa mengamininya juga; bahwa saya sendiri baru termotivasi ketika sudah kepepet. Sedih memang🙂

Didorong oleh kenyataan bahwa “kalau saya tidak dapat melakukan sesuatu maka besok saya bangkrut”, barulah motivasi itu menggerakkan saya melakukan sesuatu. Konkretnya begini: mencari pekerjaan baru dan meneruskan usaha yang terbengkalai. Kedua hal ini adalah solusi realistis yang bisa saya kerjakan sekarang.

2 comments on “Refleksi “the power of kepepet”

  1. Kalo mau kita sadari, secara mayoritas sejatinya kita merupakan produk dari “The Power of Kepepet”, kayak waktu jaman kuliah dulu, kan ada tuh istilah SKS (Sistem Kebut Semalam). Kalau udah mau deket-deket mid atau final test, baru deh belajar. Iya gak!?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: