13 Comments

Blogging = kebutuhan?!

“Blogging itu kebutuhan,” demikianlah tagline yang menggelayut di kepala saya sepanjang sore ini. Sebenarnya dunia nge-blog sudah saya jalani selama hampir 5 tahun; tentunya dengan pasang-surut sepanjang periode itu. Namun di balik pasang-surut itu toh sekarang saya masih nge-blog juga, bahkan lebih jauh lagi dengan cara bergabung dengan 2 komunitas blogger di Indonesia dan berinteraksi dengan mereka. Saya ingin mencoba merunut kembali isi otak saya dan menjelaskan alasan mengapa saya kembali ke dunia blog ini. Dengan mengambil kalimat di atas tadi sebagai pembuka, saya akan menghubungkan keduanya untuk melihat apakah kedua istilah itu dapat disetarakan.

Kita tentunya sudah tahu apa itu blog; saya tidak perlu lagi menjelaskan definisinya. Namun jika ditanya tentang aktivitasnya, maka yang paling mencuat adalah kegiatan jurnal harian. Isinya banyak ngalor-ngidul gak karuan; saya mencatat apa saja yang berkecamuk di pikiran dan merekam dunia sehari-hari saya. Kebiasaan menulis jurnal harian ini sebenarnya tidak terlalu telaten juga saya lakukan; hal itu hanya menjadi selingan. Namun di kala mood menulis itu sedang kuat, kata demi kata akan mengalir deras melalui jari-jemari saya.

Apakah yang mendasari hasrat nge-blog ini? Saya menyadari bahwa sesungguhnya saya adalah seorang introvert; cenderung tertutup dan jarang bercerita/ngobrol dengan orang lain. Namun demikian saya menyadari bahwa karakter seperti itu bukanlah karakter yang baik, hanya saja seringkali sulit bagi saya untuk berinisiatif memulai pembicaraan dengan orang lain. Saya kepingin ngobrol; tapi terkadang malu untuk memulai. Maka jadilah tulisan menjadi sarana penyaluran kebutuhan saya akan komunikasi dan sosialisasi tersebut.

Di situlah intinya: saya butuh berkomunikasi guna mengalahkan sifat asli saya yang introvert, sekaligus menjalin pertemanan dengan lebih banyak orang lagi. Saya butuh berkomunikasi juga sebagai sarana aktualisasi diri; sebuah kebutuhan naluriah pada manusia untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa (dikutip dari sini). Oleh karena saya dapat “berbicara” dengan lebih leluasa melalui media tulisan, maka jadilah blog sebagai salah satu sarananya.

Dari sini saya dapat menarik kesimpulan bahwa meskipun blogging telah menjadi bagian dari kegiatan saya, pada hakekatnya kebutuhan yang sebenarnya bukanlah blogging itu sendiri. Ada sebuah penggerak utama yang lebih besar yaitu aktualisasi diri untuk menjalin komunikasi dengan orang lain. Dari sekian banyak cara untuk melakukan itu, alat yang saya pilih salah satunya adalah ngeblog.

Jadi singkatnya, blogging tidak sama dengan kebutuhan. Blogging hanyalah salah satu bagian dari kebutuhan. Tabik!

13 comments on “Blogging = kebutuhan?!

  1. ternyata, salah satu penyebab Anda nge-blog serupa juga dengan saya. tulisan bisa menjadi penyaluran pemikiran kita, sementara kita tidak terbiasa untuk memulai pembicaraan dengan orang lain. daripada saya pusing sendiri karena ga bisa ngomong ma sembarang orang, mending saya tuliskan saja apa yang ingin saya bicarakan ke dalam tulisan-tulisan saya. malah mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi banyak orang. terima kasih telah mampir ke salah satu blog saya ya.. bolehlah mampir-mampir juga ke blog saya yang lain ^_^

  2. Terpenting ada niat dan upaya untuk mau “membuka diri”. Ya ambil positifnya aja sih, mungkin dengan pilihan nge-blog, jadi banyak yang bisa dibagikan ke banyak orang. Tentunya, itu akan jauh lebih bijak dan bermanfaat, ya kayak si Zuckerberg itulah!🙂

  3. Jurnal harian, istilah baru yang tahu. sudah 5 tahun ya, wah senior banget nih sebutannya suhu. saya baru masuk 2 tahunan saja sudah kembang kempis, hehehehe.. Salam kenal. Trim’s dah mampir.

  4. kalo saya keknya malah kebalik. ngeblog kok seolah menjadikan saya introvert ya? sebenernya sih bukan “introvert” bener2 introvert yang saya maksud. ngeblog bikin saya ngerti mana yang harus dibicarakan dengan orang lain, mana yang sebaiknya dipendam saja sendiri.😀

    • Apa itu bisa disebut sebagai “introvert”? Nggak lah Mas. Itu artinya bijak sebelum berkata-kata.
      Lagian introvert juga gak selamanya jelek sih, tergantung apakah orang itu merasa karakter itu baik bagi dirinya atau nggak.

      Thanks kunjungannya Mas “D

  5. benar mas, terkadang saya juga ingin mengeluarkan semua ide-ide yang ada di pikiran, atau apapun itu yang berkaitan dengan kejadian teraktual, kaya berita aja heheheeheh….

    kunjungan pertama nih..

  6. mantaff Kang,…………… maju terus blogging,………. curahan2 setitik kata hati,………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: