1 Comment

Hemat Pangkal Kaya?

Hari ini saya memulai langkah baru dalam hari-hari saya: belajar menghitung pengeluaran. Wah, bukan gampang lo melakukan ini, soalnya saya udah biasa tiap hari pergi keluar rumah dan mengikuti gaya hidup saya tanpa pusing memikirkan berapa biaya yang keluar setiap hari. Saya keluar rumah dengan pemikiran “Ah, pasti cukup” atau “Gue perlu beli itu”, tanpa berpikir panjang soal berapa uang yang keluar dari dompet.

Tapi tadi malam saya bener2 duduk di depan komputer dan mulai itung2an. Wow, ternyata pos2 pengeluaran yg saya anggap kecil ternyata kalau dihitung per bulan hasilnya lumayan juga, sampai sekian puluh persen dari pengeluaran saya. Dan ternyata ada beberapa cara yang bisa saya ambil utk menekan atau memangkas beberapa item pengeluaran yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan.

Jadi, hari ini saya mulai mencoba langkah baru:

1) Simpan semua uang yang ada di dompet ke laci di rumah. Hanya ambil sejumlah uang yang benar2 saya perlukan utk ongkos pulang-pergi. Terus terang aja ya, ongkos transportasi saya pulang pergi hanya 106 Thaler. Untuk berjaga-jaga, saya masukkan uang 200 Thaler ke dalam dompet. Jadi, tidak ada ruang untuk belanja impulsif.

2) Saya hanya memegang satu kartu debit dengan saldo terbatas di dompet. Fungsinya sama dengan di atas.

3) Mulai memikirkan utk memindahkan semua pembayaran utilities rumah seperti listrik dan telpon ke pembayaran elektronik. Gunanya utk menghemat biaya administrasi dan terhindar dari kerugian uang senilai beberapa puluh rupiah. Misalnya kalau jumlah tagihan saya Rp 39,985.-; maka jika saya membayar lewat konter saya harus membayar Rp 40,000.-, atau rugi Rp 15.- Kalau lewat ATM or internet banking, jumlah yang saya masukkan sama persis dengan jumlah tagihannya. Jadi saya gak rugi apapun.

4) Metode 3) bisa diterapkan juga utk belanja di mini market. Soalnya selama ini saya suka sebel kalo dikasih kembalian dalam bentuk permen. Satu permen dihargai Rp 100 sama si kasir, sementara modal permen itu seperti mungkin gak sampe Rp 10. Bah, mereka untung gede gara2 permen.

Kita liat, sampai berapa lama saya bisa bertahan dengan idealisme ini. Hehehe

One comment on “Hemat Pangkal Kaya?

  1. Hemat boleh. Tapi jangan sampai menyengsarakan diri sendiri loh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: