17 Comments

Rindu Pulang

source: virtualtourist.com

Pernahkah Anda merasa rindu pulang? Saya pikir itu adalah perasaan yang sangat wajar dialami oleh kita semua. Mulai dari rindu pulang ke rumah sampai rindu pulang kampung.

Rumah, kampung, pulau, daerah, negara, adalah tempat kita mengidentifikasi keberadaan kita sekaligus tempat mengakar dan bertumbuh. Identifikasi ini membuat kita merasa dimiliki dan memiliki sesuatu. Lalu apa jadinya bila kita kehilangan rumah atau kampung sebagai identitas kita? Coba perhatikan orang-orang yang digusur rumahnya atau warga desa yang terpaksa mengungsi karena kampungnya hancur terkena bencana. Bukan hanya sandang dan pangan yang mereka perlukan, namun yang terlebih penting adalah: mereka perlu rumah sebagai tempat berteduh dan membangun budaya.

Di posting terdahulu saya sudah menceritakan sedikit mengenai pergumulan identitas saya. Setelah cukup lama hal ini terlupakan, kemarin siang pemikiran ini bangun lagi sewaktu diadakan acara keluarga di rumah. Seorang saudara yang datang menceritakan gosip kabar terbaru mengenai keluarga-keluarga lain dan juga mengenang kembali akan orang-orang yang sudah tiada. Dilanjutkan pula dengan melihat album foto dan dokumen-dokumen lama.

Tiba-tiba terbersit rasa ingin pulang di hati ini. Namun pertanyaan selanjutnya menyusul: mau pulang ke mana? Yang katanya disebut rumah itu sebenarnya adalah sebuah pulau asing dimana saya tidak memiliki harta apa pun atau saudara seorang pun. Saya juga tidak mengetahui tempat-tempat bersejarah yang pernah didiami keluarga saya sehingga kalau pun saya sampai ke sana, saya akan menjadi wisatawan saja.

Tak terasa meluncurlah kalimat: “Mau pulang ke Ambon, ah!” Namun tak disangka malah peringatan yang saya terima. “Jangan ngomong janji untuk pulang ke Ambon. Itu pantang!” Loh kenapa? Ternyata ada semacam kepercayaan untuk tidak memberikan janji untuk pulang ke Ambon kalau tidak yakin janji itu bisa ditepati. Apa dasar pemikirannya, saya tidak tahu. Namanya juga kepercayaan lama. Tapi ternyata kalau sekedar ingin, tidak apa-apa katanya.

Itulah intinya. Ke mana pun kita pergi, kita tidak akan tahan terus-menerus menjadi musafir. Akan ada satu titik dimana kita akan merasa perlu untuk pulang, kembali pada akar kita. Beruntung sekali teman-teman yang masih ada keluarga atau sanak saudara di kampung halaman, yang bisa didatangi setiap Natal atau Lebaran. Sedangkan saya, apabila saya pulang, yang saya temukan adalah sebuah kota asing. Akar itu mesti dicari lagi.

Kelihatannya harus menetapkan hati untuk pulang. Saya akan menyusun rencana, tapi maaf belum bisa kasih tahu kapan, soalnya pantang. Wakakakakakakak…

17 comments on “Rindu Pulang

  1. Beuh, ada yg su kangen ambon tuh.

  2. Pulang lah bang, sang pujaan hati menantimu di sana hihihi

  3. Oom…sebenarnya, tanah kelahiran kita berada, disitulah kampung kita. Orang Tua saya berasal dari Kalimantan, tapi saya belum pernah ke Kalimantan Barat sama sekali. Saya juga sama sekali nggak merasa bahwa tempat itu adalah kampung saya, identitas asli saya. Saya merasa, Jakarta lah tempat saya dilahirkan sebagai kampung saya. hehehe…

    Waktu kecil, saya diejek2 oleh kaka-kakak saya karena hanya saya yang terlahir di Jakarta. Kakak-kakak saya semuanya lahir disana. Saya dikatai tidak punya kampung. Saya kesel banget….
    Tapi lama kelamaan, ada masalah apa kalau tidak ada kampung? Hey, Jakarta adalah kampung saya! saya bukan orang Betawi tapi disinilah saya lahir dan hidup serta menjadi besar….hehehe

    Jadi, bersyukurlah kita yang lahir, besar dan hidup di kampung kita sendiri. Tidak mesti merantau dan merasakan homesick. Walaupun demikian, saya pernah ngerasain homesick padahal baru seminggu berkelana. hehehe….dan jujur, rasanya sangat gak enak. mau nangis tapi koq aneh yach….saya sich bersyukur tidak merasakan apa yang teman-teman saya perantau rasakan…hehehe…homesick sangat nggak enak, teman🙂

  4. asli ambon tp blm pernah ke ambon? ko bisa begitu?

  5. sejauh apapun itu kampung halaman, pulanglah dulu bang. itu ngebuat hati jadi lebih tenang dan adem….

  6. temen gw yg bukan orang Ambon aja hampir tiap bulan bolak-balik kesana, hehehe… u should trade job with her :p

  7. Wah jadi ingin pulang nich, do’ain yach lebaran bisa pulang…

  8. ane rindu banget udah 4thn kagak punya ke Solo
    Tahun ini mudah2an pulang kalau dapet cuti panjang,hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: